Aushofin Hamida, Cynthia Aulia Novariyanti, Fahri Ahmad Median Wicakson
Penyakit kanker masih menjadi penyakit kronis di Indonesia, berdasarkan Globocan jumlah kasus baru kanker mencapai 396.914 total kanker di Indonesia, dengan kanker paru-paru mencapai30.843 orang (13,2%). Salah satu bahan berpotensi untuk dikembangkan sebagai zat antikanker adalah senyawa C-Dots dari ekstrak buah mangrove, penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi, mensintesis, dan mengkaji efektivitas C-Dots dalam inhibisi sel kanker A-549, tahapan dalam penelitian ini adalah ekstraksi zat aktif buah mangrove, sintesis C-Dots dengan metode agitasi, terdapat tiga variasi sampel C-Dots, antara lain C-Dots A (50 gram serbuk + 50mL ekstrak), C-Dots B (50 gram serbuk + 50 mL aquades), dan C-Dots C (25 gram serbuk + 50 mL ekstrak), ketiga sampel dikarakterisasi melalui uji fluoresensi, UV-Vis, FTIR, PSA, dan uji sitotoksik A-549 dengan MTT-Assay, hasil karakterisasi menunjukkan terbentuknya warna hijau di bawah sinar UV, pada uji UV-Vis ketiga sampel menunjukkan adanya dua puncak absorbansi 280 nm dan 380 nm, hasil uji FTIR C-Dots A dan C memiliki gugus fungsi yang sama, yakni O-H, C-H, C=C, danC-O, sementara C-Dots B terdapat gugus fungsi khas C=O, uji PSA menunjukkan adanya ukuran partikel paling dominan 75 nm dengan persentase pada C-Dots A 22,01%, B 15,2%, dan C 16,93%. Berdasarkan hasil karakterisasi menunjukkan telah terbentuknya C-Dots dari ekstrak buah mangrove, selanjutnya hasil MTT Assay, C-Dots A, B, dan C menghasilkan nilai IC50berturut-turut 335.80 μg/mL, 365.70 μg/mL, dan 154,50 μg/mL, maka C-Dots C dengan nilai IC50154,50 μg/mL merupakan variasi paling efektif karena nilai IC50paling kecil dan termasuk dalam kategori toksik.