Yayan Dwi Sutarni, Shofi Nailin Ni'mah, Zahra Arika Putri, Syafriyanti Annur
Sumber biomassa yang berasal dari limbah kayu industri furnitur belum banyak dimanfaatkan. Dalam penelitian ini, selulosa diekstraksi dari limbah kayu furnitur melalui beberapa tahap. Tahap pertama yaitu maserasi menggunakan etanol dilanjutkan hidrolisis menggunakan asam nitrat. Delignifikasi menggunakan basa, dilanjutkan dengan tahap pemutihan menggunakan hidrogen peroksida. Proses tersebut menghasilkan selulosa murni sebanyak 30% dengan kadar abu dan kadar air yang rendah (berturut-turut 0.56 dan 2,6%). Struktur selulosa dikonfirmasi melalui karakterisasi dengan FTIR. Munculnya serapan khas O–H, C–H, dan C=O menandakan selulosa telah berhasil diisolasi. Selulosa kemudian diikat silang dengan glutaraldehida untuk menghasilkan hidrogel (WWF hidrogel). Hidrogel ini mempunyai daya serap air yang tinggi dan stabil secara struktural. Uji coba aplikasi hidrogel sebagai media tanam untuk Dracaena sanderiana (bambu hoki) menunjukkan bahwa hidrogel WWF meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 4,5% selama 10 hari, lebih besar dibandingkan dengan hidrogel komersial, yaitu sebesar 1,79%. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel berbasis selulosa yang berasal dari limbah furnitur dapat berfungsi sebagai media tanam dengan penahan air yang efektif. Selain itu, material baru ini juga memberikan alternatif pemanfaatan limbah kayu yang berkelanjutan untuk meningkatkan nilainya.